BLOGGER TEMPLATES - TWITTER BACKGROUNDS »

Sabtu, 29 Desember 2012

Iwan Fals yang bernama lengkap Virgiawan Listanto (lahir di Jakarta, 3 September 1961; umur 51 tahun) adalah seorang Penyanyi beraliran balada dan Country yang menjadi salah satu legenda hidup di Indonesia.
Lewat lagu-lagunya, ia 'memotret' suasana sosial kehidupan Indonesia pada akhir tahun 1970-an hingga sekarang, kehidupan dunia pada umumnya, dan kehidupan itu sendiri. Kritik atas perilaku sekelompok orang (seperti Wakil Rakyat, Tante Lisa), empati bagi kelompok marginal (misalnya Siang Seberang Istana, Lonteku), atau bencana besar yang melanda Indonesia (atau kadang-kadang di luar Indonesia, seperti Ethiopia) mendominasi tema lagu-lagu yang dibawakannya. Namun demikian, Iwan Fals tidak hanya menyanyikan lagu ciptaannya sendiri tetapi juga sejumlah pencipta lain.
Iwan yang juga sempat aktif di kegiatan olahraga, pernah meraih gelar Juara II Karate Tingkat Nasional dan Juara IV Karate Tingkat Nasional 1989, sempat masuk pelatnas dan melatih karate di kampusnya, STP (Sekolah Tinggi Publisistik). Iwan juga sempat menjadi kolumnis di beberapa tabloid olah raga.
Kharisma seorang Iwan Fals sangat besar. Dia sangat dipuja oleh kaum 'akar rumput'. Kesederhanaannya menjadi panutan para penggemarnya yang tersebar di seluruh nusantara. Para penggemar fanatik Iwan Fals bahkan mendirikan sebuah yayasan pada tanggal 16 Agustus 1999 yang disebut Yayasan Orang Indonesia atau biasa dikenal dengan seruan OI. Yayasan ini mewadahi aktivitas para penggemar Iwan Fals. Hingga sekarang kantor cabang OI dapat ditemui di setiap penjuru nusantara dan beberapa bahkan sampai ke

   LIRIK LAGU IWAN FALS
      
                             TOLONG DENGAR TUHAN
Hey ..
TuhanApakah kau dengar?Jerit umatmuDiselah tebalnya debu
Hey.. TuhanAdakah kau murung?Melihat beribu wajah berkabungDisisa gelegar Galunggung
Hey.. TuhanTamatkan sajaCerita pembantaian orang desaYang jelas hidup tak manja
Hey.. TuhanKatanya engkau maha bijaksanaTolong Galunggung pindahkan ke kotaDimana tempat segala macam dosa
Berat beban kau datangkanPada mereka disanaCela apa nista apaHingga engkau begitu murkaSungguh ku tak mengerti
Hingar tangis karena adabmuSetiap detik duka berpaduSemakin keras jerit tak puasDari mereka yang resah bertanyaAdilkah keputusanmu?
Acap kali rintih memakiSetiap duka tuding IlahiJangan salahkan kecewa kamiBosan dalam irama takdirmuWalau ku tak terganggu
Bukankah kau maha tahuPengasih penyayangNamun mengapa selalu sajaItu hanya cerita
Oh TuhanTolong hentikanOh TuhanDengar rintihan
Amuk lahar yang datang hanguskan bumiTinggalkan arang penghuni desa pergiGemuruh batu hancurkan saudarakuUlurkan tangan bantulah sesamamu
       support By : yang PErnah terlupakanrevolution II